Halaman

Selasa, 16 Juli 2013

TUGAS PROPOSAL


Proposal Penelitian

Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal adalah suatu usulan kegiatan perlu dukungan atau persetujuan pihak lain. Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.

Karakteristik Proposal
Proposal penelitian mahasiswa memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
1.      Merupakan suatu rancangan pokok yang akan dilakukan guna mengumpulkan bahan penulisan skripsi, tesis, disertasi.
2.      Memperlihatkan kemampuan proposal kemampuan mahasiawa terhadap permasalahan yang akan diteliti dan metode yang digunakan dalam penulisan terebut.
3.      Ruang lingkup proposal sesuai dengan bidan kajian akedemis mahasiswa.
4.      Rancangan penelitian ilmu maupun kepentingan praktisi lapangan.
Sistematika Proposal Penelitian
Rancangan atau proposal penelitian untuk skripsi mahasiswa terdiri dari beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :

I.                   PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah
2.      Identifikasi Masalah
3.      Batasan dan Perumusan Masalah
4.      Tujuan dan Manfaat Penelitian
II.                LANDASAN TEORI
Bagian ini terdiri dari :
1.      Uraian Teori
2.      Kerangka Pemikiran
3.      Hipotesis (untuk penelitian tertentu boleh tidak menggunakan hipotesis)
III.             METODOLOGI PENELITIAN
Bagian ini menyajikan penjelasan antara lain:
1.      Variabel Penelitian
2.      Tempat dan Waktu Penelitian
3.      Sumber Data atau Populasi dan Sampel
4.      Alat Pengumpul Data (sebaiknya dilengkapi dengan kisi-kisi)
5.      Teknik Analisis Data yang Digunakan
IV.             DAFTAR PUSTAKA
Sumber / Referensi :
PROPOSAL PENELITIAN
ANALISIS PENGARUH DALAM BERWIRAUSAHA DI KALANGAN MASA-MASA KULIAH
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Mahasiswa sukses adalah mahasiswa yang selalu mempunyai dan menemukan ide/gagasan untuk pengembangan karirnya. Terlebih-lebih jika mahasiswa tersebut mempersiapkan diri untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, maka kreatifitas dan inovasi adalah kata kuncinya.
Dewasa ini, keinginan untuk berwirausaha semakin tinggi dikalangan mahasiswa, didukung oleh keinginan mereka untuk menjadi sukses diusia muda, atau sebagian karena untuk penunjang dalam keuangan mereka, ataupun sesuai jurusan yang mereka ambil. Terlebih lagi di zaman sekarang ini produk-produk yang sasaran pasarnya anak muda banyak sekali djumpai, atau peluang usaha yang memang timbul seketika karena atas apa yang telah dialami diusia sekarang ini.
Dengan demikian, tidaklah sedikit inovasi-inovasi didunia usaha timbul atas gagasan para mahasiswa yang sama sekali tidak terganggu dengan kegiatan ini.
Keuntungan yang diperoleh, manfaat postif yang didapat, serta kesuksesan yang diraih di usia muda, menjadi pacuan para mahasiswa untuk melakukan kegiatan berwirausaha.
1.2. MASALAH DAN TUJUAN
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui motivasi apa saja yang mendorong mahasiswa untuk berwirausaha?
2.      Apakah manfaat yang didapat dengan berwirausaha dimasa kuliah?
3.      Adakah masalah yang dialami ketika berwirausaha sambil kuliah?
1.3. TUJUAN
1.      Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi untuk berwirausaha.
2.      Untuk mengetahui manfaat yang didapat di masa kuliah.
3.      Untuk mengetahui masalah yang dialami ketika berwirausaha sambil kuliah.
KERANGKA PEMIKIRAN

Menurut penelitian yang telah saya amati dari ke tiga jurnal diatas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
  1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel lingkungan keluarga, sikap mental mahasiswa berwirausaha, dan persepsi mahasiswa berwirausaha mempunyai pengaruh positif terhadap minat berwirausaha mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia.
  2. Mahasiswa sukses adalah mahasiswa yang selalu mempunyai dan menemukan ide/gagasan untuk pengembangan karirnya. Terlebih-lebih jika mahasiswa tersebut mempersiapkan diri untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, maka kreatifitas dan inovasi adalah kata kuncinya. Beberapa ide wirausaha dibawah ini yang mungkin sederhana namun ”membumi” dapat dijadikan sebagai pedoman dalam memulai menjadi seorang entrepreneur Sukses.
  3. Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan apalagi dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat sehingga seorang wirausahawan dituntut agar memliki pemikiran yang kreatif dan inovatif. Untuk itu, seorang wirausahawan perlu memahami proses-proses pemikiran kreatif dan inovatif; ciri-ciri pemikiran kreatif; sifat-sifat mendasar dari kreativitas; tahap-tahap pemikiran kreatif yaitu antara lain Persiapan (Preparation), Penyelidikan (Investigation), Transformasi (Transformation), Penetasan (Incubation), Penerangan (Illumination), Pengujian (Verification), dan Implementasi (Implementation);  serta bagaimana menerapkannya dalam dunia usaha. Selain itu, wirausahawan juga dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif serta mampu menyadari tuntutan bisnis masa kini agar mampu bersaing dan mempertahankan usahanya dalam menghadapi persaingan dunia usaha saat ini.
TEORI

Wira Usaha adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir batin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengajar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif, dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.

Kunci keberhasilan Wira Usaha
  1. Kemauan yang keras
  2. Perjuangan tak kenal lelah
  3. Kesediaan menghadapi segala kemungkinan
  4. Selalu berproses pikir positif
  5. Telaten dan ulet dalam melakukan pekerjaan
  6. Informasi dan konfirmasi harus selalu mendapatkan Kreatif, ulet, telaten, sabar dan pantang menyerah.

Perlu diingat bahwa kegiatan wira usaha akan menunjang ekonomi keluarga / pemerintah, baik industri dan perdagangan. Pertumbuhan industri yang diikuti kemajuan perdagangan akan melahirkan kesempatan kerja baru. Lapangan kerja baru ini akan menampung tenaga kerja baru,yang pada hakekatnya mengurangi pengangguran, mengatasi ketegangan sosial, meningkatkan taraf hidup masyarakat, memajukan ekonomi bangsa dan negara, pada akhirnya menentukan pula keberhasilan pembangunan nasional.

            Ciri-ciri wirausaha       :

a.       Memiliki visi dan tujuan yang jelas.
Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut.
b.      Inisiatif dan selalu proaktif.
Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
c.       Berorientasi pada prestasi
Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.
d.      Berani mengambil risiko
Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
e.       Kerja keras
Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
f.       Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya
Baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
g.      Komitmen pada berbagai pihak
Merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.
h.      Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak
Baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada : para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.

Dari analisis pengalaman di lapangan, ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap, yaitu :

·         Jujur, dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan, dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan.
·         Mempunyai tujuan jangka panjang, dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh.
·         Selalu taat berdoa, yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. Dalam bahasa lain, dapat dikemukakan bahwa ”manusia yang berusaha, tetapi Tuhan-lah yang menentukan !” dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita.

Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :
  1. Knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain,  seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
  2. Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
  3. Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
  4. Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
  5. Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
  6. Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
  7. Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan/memotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
  8. Statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
  9. Knowing Hozu to Compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
  10. Copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 – 139)

Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106 – 109), terdiri atas :
  1. Mau kerja keras (capacity for hard work)
  2. Bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
  3. Penampilan yang baik (good appearance)
  4. Yakin (self confidence)
  5. Pandai membuat keputusan (making sound decision)
  6. Mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
  7. Ambisi untuk maju (ambition drive)
  8. Pandai berkomunikasi (ability to communicate)
PENELITIAN TERDAHULU

Pengarang       : Gallyn Ditya M dan Ikaputera Waspada
Kesimpulan Sementara :Bahwsanya dengan minat serta niat yang baik kegiatan berwirausaha dimasa perkuliahan sama sekali tidak menggangu aktifitas untuk belajar, justru akan memberikan dampak yang postif bagi pelaku usaha itu sendiri.

Pengarang       : Heri Kuswara
Kesimpulan Sementara:
Dibelahan negara manapun didunia ini terbukti makmur dan sejahtera rakyatnya manakala pemerintah memprioritaskan kewirausahaan sebagai agenda utama dalam pembangunannya, sebagai contoh negara-negara seperti amerika, inggris, jerman, kanada, jepang, korea plus tetangga dekat kita yaitu singapur dan malaysia, menjadi negara maju dan rakyatnya makmur berkat kesungguhannya dalam membangun dan mengembangkan kewirausahaan.
Begitupun  negara kita,  jika ingin keluar dari berbagai masalah terutama masalah kemiskinan dan pengangguran maka solusi yang paling tepat adalah menciptakan banyak entrepreneur sukses. Anda sebagai generasi muda sekaligus sebagai agen pembaharu bangsa ini, tentunya mempunyai tanggungjawab yang besar untuk menentukan nasib bangsa ini kedepan. Mulailah  detik ini rubah mind set anda bahwa sekolah/kuliah yang anda jalani ini bukan hanya semata untuk mencari pekerjaan namun ada pilihan lebih mulia dari pada sekedar bekerja yaitu membuka peluang usaha (berwirausaha), dengan wirausaha selain akan melatih kemandirian dan kebebasan mengexplorasi potensi juga dapat membantu membuka peluang pekerjaan bagi orang lain.
Mulialah detik ini anda action untuk berwirausaha, apapun itu jenis usahanya baik barang maupun jasa, yakinlah pada diri anda sendiri bahwa anda itu mempunyai kelebihan dan potensi yang maha dahsyat yang tersimpan didalam alam bawah sadar anda. Yang harus anda lakukan adalah kenali dan gali potensi anda tersebut, implementasikan dengan membuka usaha apapun.

Pengarang       : Tendy
Kesimpulan Sementara :
Kreativitas dan inovasi sangat diperlukan apalagi dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat sehingga seorang wirausahawan dituntut agar memliki pemikiran yang kreatif dan inovatif. Untuk itu, seorang wirausahawan perlu memahami proses-proses pemikiran kreatif dan inovatif; ciri-ciri pemikiran kreatif; sifat-sifat mendasar dari kreativitas; tahap-tahap pemikiran kreatif yaitu antara lain Persiapan (Preparation), Penyelidikan (Investigation), Transformasi (Transformation), Penetasan (Incubation), Penerangan (Illumination), Pengujian (Verification), dan Implementasi (Implementation);  serta bagaimana menerapkannya dalam dunia usaha. Selain itu, wirausahawan juga dituntut untuk berpikir kreatif dan inovatif serta mampu menyadari tuntutan bisnis masa kini agar mampu bersaing dan mempertahankan usahanya dalam menghadapi persaingan dunia usaha saat ini.
HIPOTESIS

Dari analisis ketiga jurnal diatas dan dari hasil kesimpulan ketiga peneliti tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga analisis tersebut menggunakan metode pendekatan kualitatif.

METODOLOGI

           Pengarang       : Gallyn Ditya M dan Ikaputera Waspada
Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey eksplanatory. Objek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung program (S1), dengan variabel independen yaitu lingkungan keluarga, sikap mental berwirausaha mahasiswa, dan persepsi mahasiswa tentang berwirausaha. sedangkan variabel minat berwirausaha sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas FPEB dan FPIPS, sedangkan sampelnya sebanyak 52 mahasiswa dari 2 fakultas yang diambil secara proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda dengan menggunakan program SPSS.
Pengarang       : Heri Kuswara
Metodologi Penelitian
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara dokumentasi dan studi kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber dari buku maupun dengan menjelajahi internet.
Pengarang       : Tendi
Metodologi Penelitian
Jurnal ilmiah ini menjelaskan proses pembentukkan pemikiran yang kreatif dan inovatif dan penerapannya dalam bidang wirausaha dalam menghadapi ketatnya dunia usaha saat ini. Jurnal ilmiah ini menggunakan pendekatan kualitatif, berdasarkan pendapat para ahli dan kondisi usaha saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar